Fi'il Madhi, Mudhari', dan Amr: Mengenal Kata Kerja Bahasa Arab
Tim KUBA 1 menit baca

Dalam bahasa Indonesia, kita memakai kata "telah", "sedang", atau "akan" untuk menunjukkan waktu. Bahasa Arab menunjukkannya langsung lewat bentuk kata kerjanya.
Fi'il madhi: masa lampau
Fi'il madhi menunjukkan perbuatan yang sudah terjadi. Bentuk dasarnya untuk orang ketiga laki-laki tunggal (dia laki-laki), misalnya كَتَبَ (dia telah menulis) dan جَلَسَ (dia telah duduk).
Fi'il mudhari': masa sekarang dan akan datang
Fi'il mudhari' menunjukkan perbuatan yang sedang atau akan terjadi. Cirinya diawali salah satu dari empat huruf mudhara'ah yang sering diringkas menjadi أَنَيْتُ:
- أَ untuk saya: أَكْتُبُ
- نَ untuk kami: نَكْتُبُ
- يَ untuk dia laki-laki: يَكْتُبُ
- تَ untuk kamu atau dia perempuan: تَكْتُبُ
Fi'il amr: perintah
Fi'il amr dibentuk dari fi'il mudhari'. Caranya, buang huruf mudhara'ahnya, sukunkan akhirnya, lalu tambahkan hamzah washal bila huruf pertamanya mati. Dari تَكْتُبُ menjadi اُكْتُبْ (tulislah), dan dari تَجْلِسُ menjadi اِجْلِسْ (duduklah).
Rangkuman
- كَتَبَ artinya telah menulis (madhi).
- يَكْتُبُ artinya sedang atau akan menulis (mudhari').
- اُكْتُبْ artinya tulislah (amr).
Ketiga bentuk ini juga berubah mengikuti pelakunya, misalnya كَتَبُوْا (mereka telah menulis) dan كَتَبْتُ (saya telah menulis). Perubahan lengkapnya disebut tashrif, dan dibahas runtut di episode 2 sampai 4 kelas Pengantar Ilmu Shorof.
Mulai belajar bahasa Arab bersama KUBA
Ikuti kelas e-learning gratis dengan video, rangkuman, dan sertifikat.


