Jumlah Ismiyyah dan Jumlah Fi'liyyah: Dua Pola Kalimat Bahasa Arab
Tim KUBA 1 menit baca

Setelah mengenal jenis kata, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi kalimat sempurna (jumlah mufidah). Dalam bahasa Arab, ada dua pola utama.
Jumlah ismiyyah
Jumlah ismiyyah adalah kalimat yang diawali isim. Unsurnya adalah:
- Mubtada': kata yang dibicarakan, berkedudukan rafa'.
- Khabar: keterangan tentang mubtada', juga berkedudukan rafa'.
Contoh: الْعِلْمُ نُوْرٌ artinya ilmu itu cahaya. Kata الْعِلْمُ adalah mubtada', dan نُوْرٌ adalah khabar.
Jumlah fi'liyyah
Jumlah fi'liyyah adalah kalimat yang diawali fi'il. Unsurnya adalah:
- Fi'il: kata kerja.
- Fa'il: pelaku, berkedudukan rafa'.
- Maf'ul bih (bila ada): objek, berkedudukan nashab.
Contoh: كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ artinya siswa itu telah menulis pelajaran. Kata كَتَبَ adalah fi'il, الطَّالِبُ adalah fa'il, dan الدَّرْسَ adalah maf'ul bih.
Membandingkan keduanya
- الطَّالِبُ يَكْتُبُ termasuk jumlah ismiyyah karena diawali isim.
- يَكْتُبُ الطَّالِبُ termasuk jumlah fi'liyyah karena diawali fi'il.
Maknanya mirip, tetapi susunan dan analisis i'rabnya berbeda. Inilah alasan pelajar Nahwu perlu teliti melihat kata pertama dalam kalimat.
Pelajari lebih lanjut di episode 7 kelas Nahwu Al-Ajurrumiyyah serta Bab 6 sampai 8 kelas Nahwu Wadhih Jilid 1.
Mulai belajar bahasa Arab bersama KUBA
Ikuti kelas e-learning gratis dengan video, rangkuman, dan sertifikat.


