
Salah satu keunikan bahasa Arab adalah akhir kata yang bisa berubah sesuai kedudukannya. Perubahan inilah yang disebut i'rab.
Empat macam i'rab
- Rafa' dengan tanda asli dhammah, misalnya جَاءَ الطَّالِبُ.
- Nashab dengan tanda asli fathah, misalnya رَأَيْتُ الطَّالِبَ.
- Jarr (disebut juga khafdh) dengan tanda asli kasrah, misalnya مَرَرْتُ بِالطَّالِبِ.
- Jazm dengan tanda asli sukun, misalnya لَمْ يَذْهَبْ.
Perhatikan bahwa kata الطَّالِب pada tiga kalimat pertama sama, tetapi akhirnya berubah karena kedudukannya berbeda: sebagai pelaku, objek, dan kata setelah huruf jar.
Siapa mendapat i'rab apa?
- Isim bisa rafa', nashab, dan jarr, tetapi tidak bisa jazm.
- Fi'il mudhari' bisa rafa', nashab, dan jazm, tetapi tidak bisa jarr.
Tanda pengganti
Selain tanda asli, ada tanda pengganti untuk kata tertentu. Misalnya mutsanna yang rafa' memakai alif (الطَّالِبَانِ), jamak mudzakkar salim yang rafa' memakai wau (الْمُسْلِمُوْنَ), dan af'al khamsah yang jazm atau nashab ditandai dengan hilangnya nun.
Tips memahami i'rab
Jangan menghafal tanda i'rab saja. Biasakan bertanya setiap membaca kalimat: kata ini kedudukannya apa, dan mengapa harakat akhirnya begitu? Dengan latihan rutin, i'rab akan terasa alami.
Penjelasan bertahap tersedia di kelas Nahwu Al-Ajurrumiyyah episode 2 sampai 4, dan di Nahwu Wadhih Jilid 2 untuk tanda-tanda pengganti.
Mulai belajar bahasa Arab bersama KUBA
Ikuti kelas e-learning gratis dengan video, rangkuman, dan sertifikat.


